NARATIVE.ID, REMBANG — Pembangunan Embung Kaliombo di Desa Kaliombo, Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang, mencapai 81,5 persen pada awal November 2026. Infrastruktur senilai sekitar Rp22 miliar itu ditargetkan selesai pada Desember dan diproyeksikan mendukung kebutuhan air baku serta pertanian di wilayah sekitar.
Bupati Rembang Harno meninjau perkembangan proyek tersebut, Senin (2/11/2026), untuk memastikan pekerjaan dapat diselesaikan menjelang akhir tahun.
“Ini sudah menjelang akhir tahun dan juga sudah menjelang hujan. Maka saya ingin melihat langsung untuk memastikan apakah bulan Desember sudah selesai atau belum. Dari keterangan pelaksana, insyaallah Desember sudah selesai,” kata Harno.
Progres 81,5 persen menunjukkan peningkatan dibanding pertengahan Oktober 2026 yang masih berada di angka 77 persen.
Proyek tersebut dilaksanakan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana dengan anggaran sekitar Rp22 miliar.
Embung Kaliombo dirancang memiliki kapasitas tampung sekitar 176 ribu meter kubik, luas genangan sekitar 8,6 hektare, serta tinggi tubuh embung 10 meter.
Setelah berfungsi, embung diproyeksikan menyediakan air baku dengan debit sekitar 11 liter per detik dan mendukung pengairan lahan pertanian di wilayah hilir sekitar 14 hektare.
Selain untuk pertanian, air dari embung juga direncanakan menjadi salah satu sumber air baku bagi layanan PDAM.
Pipa Transmisi Jadi Bagian Penting
Pekerjaan Embung Kaliombo tidak hanya mencakup tubuh embung, tetapi juga saluran pengelak, pelimpah, jembatan penghubung, bangunan pengambilan air, serta jaringan pipa transmisi.
Pada pertengahan Oktober, pembangunan jaringan pipa sepanjang sekitar 3,4 kilometer masih berlangsung. Sebagian jalur melintasi jalan nasional sehingga membutuhkan rekomendasi teknis dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional.
Selain penyelesaian konstruksi, kondisi kontur tanah di sekitar embung juga menjadi perhatian.
Harno menemukan sejumlah bagian dengan gundukan tanah yang dinilai berpotensi mengurangi kapasitas tampungan.
“Masih banyak lahan-lahan yang di atasnya itu gundukan-gundukan. Gundukan-gundukan itu bisa mengurangi debit air atau kandungan air yang ada di embung,” ujarnya.
Pemkab Rembang akan mengevaluasi kondisi tersebut setelah embung mulai menampung air. Jika kapasitas aktual dinilai belum optimal, pengerukan tambahan dapat dipertimbangkan.
Embung diperkirakan membutuhkan beberapa bulan untuk mencapai elevasi operasional setelah saluran pengelak ditutup dan air hujan mulai tertampung.
Karena itu, keterlambatan penyelesaian proyek berpotensi ikut menunda pemanfaatan air baku maupun dukungan irigasi yang diharapkan masyarakat.


▶
▶
▶





Narative.id Jawa Tengah · Ekonomi & Usaha
Narative.id Malang · Lingkungan & Bencana
Narative.id Jawa Tengah · Kesehatan
NARATIVE.ID · Kebijakan & Politik
NARATIVE.ID · Kesehatan
Narative.id Jawa Tengah · Ekonomi & Usaha
Narative.id Lumajang · Lingkungan & Bencana
Narative.id Jawa Tengah · Olahraga

KOMENTAR (0)
MASUKDAFTAR