NARATIVE.ID, SEMARANG — Pengumpulan minyak jelantah di Jawa Tengah mencapai 31.032,44 liter dari 60.680 aparatur sipil negara dan pegawai BUMD. Setelah tahap awal menyasar lingkungan pemerintahan, Pemprov Jawa Tengah berencana memperluas pengumpulan kepada masyarakat melalui fasilitas biodrop.
Gerakan tersebut telah melibatkan 35 kabupaten/kota dan mendapat penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) pada Senin (2/11/2026).
Namun, nilai penting program tidak berhenti pada jumlah minyak yang dikumpulkan maupun penghargaan.
Ketua Tim Pembina Posyandu Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin mengatakan Pemprov sedang mengembangkan kerja sama dengan dunia usaha untuk menyediakan mesin ATM biodrop.
Melalui fasilitas tersebut, masyarakat nantinya dapat menyetorkan minyak jelantah dan memperoleh nilai ekonomi yang ditransfer ke rekening masing-masing.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan pengumpulan minyak bekas juga berkaitan dengan kesehatan masyarakat.
“Program pengumpulan minyak jelantah ini tidak hanya berbicara tentang lingkungan atau sampah, tetapi juga kesehatan. Bagaimana masyarakat kita tidak mengonsumsi minyak yang sudah berkali-kali digunakan sehingga lebih sehat,” ujarnya.
Pengumpulan dari masyarakat berpotensi membuat minyak bekas rumah tangga memiliki nilai ekonomi sekaligus mengurangi pembuangan limbah secara sembarangan.


▶
▶




Narative.id Jawa Tengah · Ekonomi & Usaha
Narative.id Jawa Tengah · Wisata, Kuliner & Budaya
Narative.id Jawa Tengah · Warga & Sosial
Narative.id Jawa Barat · Kebijakan & Politik
Narative.id Jawa Barat · Kebijakan & Politik
Narative.id Jawa Barat · Pendidikan
Narative.id Jawa Barat · Hukum & Keamanan

KOMENTAR (0)
MASUKDAFTAR