Narative.id Jawa Tengah · Network of Local News
ADVERTISEMENTtes4
Lingkungan & Bencana

Karhutla Gunung Lawu Tersisa Satu Titik Api, Penyisiran dan Water Bombing Dilanjutkan

Karhutla Lawu masih menyisakan satu titik api di atas Gondosuli. Tim gabungan melanjutkan penyisiran dan menyiapkan water bombing.
Ilustrasi pemadaman karhutla di kawasan pegunungan; bukan dokumentasi langsung Gunung Lawu.
Ilustrasi pemadaman karhutla di kawasan pegunungan; bukan dokumentasi langsung Gunung Lawu. · Foto: Ilustrasi AI/NARATIVE.ID

NARATIVE.ID, KARANGANYAR — Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Lawu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, menyisakan satu titik api di atas Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu. Meski kondisi mulai terkendali, petugas dan relawan diminta tetap melakukan penyisiran serta pemantauan untuk mencegah api kembali muncul.

Pemantauan pada Senin (26/10/2026) menunjukkan satu titik api masih terdeteksi setelah sebelumnya kebakaran sempat dinyatakan padam pada Minggu.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, tim gabungan tetap disiagakan di sejumlah pos untuk memastikan tidak muncul titik api baru.

“Alhamdulillah, hari ini tinggal satu titik api. Sudah dilakukan koordinasi dengan BNPB dan akan diterjunkan water bombing satu sortie lagi,” kata Luthfi saat rapat penanggulangan karhutla di Gardu Pandang Sakura Hills, Tawangmangu.

Penanganan karhutla Gunung Lawu dilakukan melalui jalur darat dan udara dengan melibatkan BPBD Provinsi Jawa Tengah, BPBD Kabupaten Karanganyar, BNPB, TNI, Polri, relawan, serta masyarakat sekitar.

68 Ribu Liter Air Dijatuhkan

Data BPBD Karanganyar mencatat kebakaran mulai terjadi pada Kamis (15/10/2026).

Dalam proses pemadaman, operasi water bombing telah dilakukan sebanyak 34 kali, dengan total sekitar 68 ribu liter air dijatuhkan ke kawasan terdampak.

Setiap satu kali penyiraman membawa sekitar 2.000 liter air.

Meski sempat padam, titik api kembali terdeteksi pada Senin pagi di kawasan atas Desa Gondosuli. Kondisi tersebut membuat penyisiran dan pemantauan tetap dilakukan.

Karakter lahan di sejumlah bagian Gunung Lawu juga menjadi tantangan. BPBD Karanganyar mencatat terdapat lapisan ilalang kering yang cukup tebal sehingga bara berpotensi bertahan di bawah permukaan dan kembali memicu api.

Relawan Tetap Disiagakan

Pemprov Jateng meminta relawan tidak meninggalkan posko meski jumlah titik api telah berkurang.

Selain kebutuhan pemadaman, pemerintah juga menyalurkan logistik kepada relawan dan masyarakat yang terlibat dalam penanganan kebakaran.

Luthfi mengatakan evaluasi tetap dilakukan setelah pemadaman untuk mencegah kebakaran serupa kembali terjadi.

Pemprov juga mendorong penguatan sarana mitigasi, termasuk pembangunan embung, tandon, maupun saluran air di sekitar kawasan yang dapat digunakan ketika terjadi kebakaran.

Karhutla Jadi Perhatian di Pegunungan Jateng

Kebakaran Gunung Lawu terjadi di tengah munculnya karhutla di sejumlah kawasan pegunungan Jawa Tengah.

Sebelumnya, kebakaran juga terjadi di Gunung Sumbing yang mencakup wilayah Wonosobo, Temanggung, dan Magelang. Kebakaran tersebut dinyatakan padam pada Sabtu (24/10/2026), tetapi pemantauan dan evaluasi tetap dilakukan.

Pemprov Jawa Tengah kemudian meminta pengelola jalur pendakian gunung untuk melakukan penutupan sementara serta membatasi aktivitas yang berpotensi memicu api.

Kebijakan tersebut diterapkan sebagai langkah pencegahan setelah sejumlah kejadian karhutla melanda kawasan pegunungan strategis di Jawa Tengah.

Sementara penyebab kebakaran Gunung Lawu sendiri hingga kini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

Rekomendasi Video

Dipilih otomatis sesuai topik · geser →
ADVERTISEMENTpromo aplikasi inline berita
Moh. Fadli Nizami P, S.IP
Moh. Fadli Nizami P, S.IP
Reporter / Redaksi Narative.id Jawa Tengah

KOMENTAR (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Berita Terkait

BERITA TERBARU DARI JARINGAN NARATIVE.ID

ADVERTISEMENT
KristiantoADVERTISEMENT