Nilai investasi tersebut tumbuh 9,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan telah mencapai 73,21 persen dari target resmi investasi 2026 sebesar Rp99,09 triliun.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Jawa Tengah Johan Hadiyanto mengatakan realisasi tersebut terdiri atas Penanaman Modal Dalam Negeri sebesar Rp31,77 triliun dan Penanaman Modal Asing Rp40,77 triliun.
“Secara kumulatif Januari sampai dengan September 2026 itu capaian realisasi investasi di Jawa Tengah. Itu Rp72,54 triliun,” kata Johan di Semarang, Senin (26/10/2026).
Pada triwulan III 2026 saja, investasi mencapai Rp24 triliun, naik 16,78 persen dibandingkan triwulan III 2025 yang tercatat Rp20,55 triliun.
Industri barang dari kulit dan alas kaki menjadi sektor dengan penyerapan pekerja terbesar, mencapai 77.330 orang. Industri tekstil menyusul dengan 69.422 pekerja, sedangkan kelompok industri lainnya menyerap 30.132 tenaga kerja.
Data Pemprov Jateng menunjukkan lima daerah dengan nilai investasi tertinggi adalah Kabupaten Kendal sebesar Rp13,61 triliun, Kota Semarang Rp9,07 triliun, Kabupaten Batang Rp8,54 triliun, Kabupaten Temanggung Rp5,05 triliun, dan Kabupaten Demak Rp4,29 triliun.
Kendal dan Batang juga menjadi bagian penting dari pengembangan kawasan industri Jawa Tengah. Saat ini terdapat 12 kawasan industri di provinsi tersebut, termasuk dua kawasan ekonomi khusus di Kendal dan Batang. Pemprov merencanakan penambahan 12 kawasan industri baru di sejumlah kabupaten dan kota.
Komposisi investasi Januari–September menunjukkan nilai PMA mencapai Rp40,77 triliun, lebih besar dibandingkan PMDN sebesar Rp31,77 triliun. Hong Kong menjadi sumber investasi asing terbesar dengan nilai Rp11,02 triliun atau 27,04 persen dari PMA.
Singapura berada setelahnya dengan Rp9,59 triliun, disusul Tiongkok Rp6,74 triliun, Thailand Rp3 triliun, dan Jepang Rp2,41 triliun.
Jawa Tengah juga menawarkan ketersediaan tenaga kerja sebagai salah satu daya tarik investasi. Provinsi tersebut memiliki 1.557 SMK negeri dan swasta dengan lebih dari 800 ribu siswa, ditambah lembaga pelatihan kerja untuk menyesuaikan keterampilan dengan kebutuhan industri.
Di tengah pertumbuhan tersebut, ukuran keberhasilan investasi tidak hanya berada pada besarnya nilai modal yang masuk, tetapi juga pada seberapa luas kesempatan kerja dan aktivitas ekonomi baru tersebar ke kabupaten dan kota di Jawa Tengah.


▶
▶
▶
▶




NARATIVE.ID · Lingkungan & Bencana
NARATIVE.ID · Hukum & Keamanan
Narative.id Brebes · Ekonomi & Usaha
Narative.id Brebes · Hukum & Keamanan
Narative.id Jawa Tengah · Olahraga
Narative.id Tegal · Warga & Sosial
NARATIVE.ID · Hukum & Keamanan

KOMENTAR (0)
MASUKDAFTAR